Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Langit Mu Biru

 Ditengah hari menuju siang terik panas yang sedang di titik didihnya. Panas menyengat tapi tak menyulutkan langkah. Bersama beriring meninggalkan jejak di aspal hitam panas. Tentang langkah yang tak akan pernah sulut ,dan tentang kamu yang akan terus bergerak menjauh.   Ini hanya tentang kegigihan hati mu dan keinginan hati mu. Ketika kamu mencoba untuk tetap stagnan di tempat nyaman mu atau mencoba angin curah baru di tempat lain. Untuk setiap kata hati yang ingin kamu ikuti atau kamu abaikan. Pada akhirnya semua akan kembali pada diri mu sendiri.    Ucapan terima kasih kepada Tuhan walau hanya langit biru cerah yang ia berikan untuk mu hari ini. Ketika langkah kamu mu masih diberkahi dengan teman langit biru bersih yang terbentang luas. Memberi mu harap bahwa harapan mu juga seluas langit biru di atas.  

Filter Hidupmu

Hidupmu adalah tanggung jawab mu. Yaa ketika kamu memutuskan mengambil ahli akan diri mu. Ketika semua tangis dan rengekan tak lagi pada ibu ayah mu. Ketika persimpangan jalanmu tak lagi hanya sebuah garis lurus. Hari ini ketika kau berdiri soal kemana langkah kaki kan bertaut pada tanah mana. Kini kau tau hidup bukan hanya soal rasa bahagia banyak rasa asing yang kini kau tau dan rasa. Hidup tentang sebuah perjalanan dan sebuah pertualangan tentang kemana dan bagaimana kamu akan sampai pada kota itu. Kendaraan dan bahan bakar apa yang akan kamu gunakan untuk sampai di tujuan kota dengan cepat, lambat atau tertati-tati yang penting sampai. Kehidupan tentang sebuah pilihan yang akan kamu temukan tentang bagaimana membuat suatu proses yang memberikan sebuah pengajaran pada dirimu dan hidupmu. Hidup juga tentang mereka yang berada di sekitar mu tentang mereka yang masih akan tetap berdiri walau hanya sekedar melihat dan mengatakan bahwa ia akan tetap berada di sana bersamamu. Dunia ...

Tentang Syukur

Sudahkah kamu bersyukur hari ini ? rasanya terlalu sombong ketika sehari tak ada kata syukur dalam ucap mu ketika kamu terlalu banyak insecure tentang keadaan yang ada. terkadang kita terlalu melihat yang tidak ada di tempat. Perbandingan demi perbandingan yang kita lakukan demi kepuasan yang tak bersudah kita dapatkan. Untuk diri yang selalu merasa kurang dan kurang  dan setiap orang pada hakikatnya selalu bertarung dengan pikirannya sendiri. Setiap diri kita memiliki kemampuan nya masing-masing dan setiap kita adalah keunikan yang kita miliki tak seperti yang lainnya. Ada hari dimana kita merasa jauh tertinggal dengan yang lainnya. Merasa tak punya apa-apa untuk dibanggakan. Tak ada yang bisa kita lakukan dibanding yang lain yang sudah berjalan jauh ke depan. Tentang diri yang masih saja jalan di tempat. Kita hidup dan punya waktunya masing-masing untuk berjalan. Setiap kita punya waktu paling baiknya masing-masing dalam hidup. Selama kita tetap berjalan dan melakukan pergera...

Kita dan Semua Ketakutan Kita

     Terkadang kita terlalu takut hanya untuk beranjak dari tempat kita berpijak. Merasakan hawa baru dari hal yang  baru seakan hal itu merupakan hal yang mengerikan dan membahayakan diri. Terkadang kita terlalu nyaman dengan semua yang ada disekitar kita. Malas beranjak malas mengeluarkan energi baru malas merasakan hawa baru lagi dan malas beradaptasi serta kemungkinan-kemungkinan buruk dalam persepsi diri kita.      Iya semua berawal dengan malas ketika diri kita mudah diperbudak oleh satu kata yang mengubah kita menjadi makhluk yang tak bergerak kemana-mana. Diri kita sudah membuat persepsi-persepsi yang belum tentu betul adanya. Ketakutan kita akan hal baru yang bahkan belum kita sentuh sama sekali. Ular berbisa jangan sentuh okey memang terbukti mematikan mu. Manusia kadang suka lupa bahwa hidup hakekatnya adalah tentang bergerak, berevolusi.       Saat ini kita sarat mendengar kata kaum rebahan yaa manusia yang semakin serin...

Wajah Merah Sendu

       Pada hari itu dimana malam kala kita pergi menyapu pemandangan malam degan motor hitam legam punya mu. Berbisik pada langit “tolongan jangan turunkan hujan mu malam ini”. Semiring angin malam yang mulai menyapu kulit. Aku ingin tidak tipikal yang tidak kuat terkena angin malam karena biasanya besok kulit ku akan bentol-bentol merah seperti terkena ulat bulu. Seperti itu selalu entah mengapa. Tapi tak apalah malam ini dengan nya lupakan soal badan yang bentol-bentol itu nanti.       Tak banyak cerita hanya perasaan nyaman dan senang malam ini berkeliling menyusuri kota dengan mu. “Oh tidak” sepertinya langit malam lebih ingin aku berada di atas kasur dengan selimut hangat dibanding aku pergi keluyur dengan pangeran hati ku, okey sudah bisa tidak yaa aku mengatakan bahwa ia pangeran hati ku saat ini? Menganggap bahwa ia adalah milik ku. Okey jangan terlarut berhalu dengan semuanya dulu. Seperti kata ku tadi langit tak berpihak mendengar doa k...