Kita dan Semua Ketakutan Kita
Terkadang kita terlalu takut hanya untuk beranjak dari tempat kita berpijak. Merasakan hawa baru dari hal yang baru seakan hal itu merupakan hal yang mengerikan dan membahayakan diri. Terkadang kita terlalu nyaman dengan semua yang ada disekitar kita. Malas beranjak malas mengeluarkan energi baru malas merasakan hawa baru lagi dan malas beradaptasi serta kemungkinan-kemungkinan buruk dalam persepsi diri kita.
Iya semua berawal dengan malas ketika diri kita mudah diperbudak oleh satu kata yang mengubah kita menjadi makhluk yang tak bergerak kemana-mana. Diri kita sudah membuat persepsi-persepsi yang belum tentu betul adanya. Ketakutan kita akan hal baru yang bahkan belum kita sentuh sama sekali. Ular berbisa jangan sentuh okey memang terbukti mematikan mu. Manusia kadang suka lupa bahwa hidup hakekatnya adalah tentang bergerak, berevolusi.
Saat ini kita sarat mendengar kata kaum rebahan yaa manusia yang semakin sering rebahan dibanding berjalan. Mengapa tak keluar membuka jendela dan menghirup aroma tanah basah setelah hujan turun dibanding terus berkurung di bawah selimut tebal ketika hujan turun? Kita manusia memang sering langsung memikirkan hal yang buruk tentang suatu hal bahkan memulainya saja kita belum tapi apakah kamu tau bahwa bukan tugasnya manusia menentukan hasil akhir dari semuanya ada yang sang maha yang mengatur dan kita hanya sebagai pengusaha dan menjalankan.
Ketakutan yang kita rasa hanya perasaan semu semata yang memberikan pengaruh pada pergerakan hidup kita. Kita takut salah, kita takut menyakiti jika menolak, kita takut mengecewakan dan ketakutan kita yang lainnya. Gak ada yang tau tapi diri kita berhak mencoba dan merasakan hal baru untuk diri kita. Diri kita butuh gerak, diri kita butuh pengalaman baru, diri kita butuh rasa baru yang belum ada. Hilangkan takutmu dan berproses lah.
Komentar
Posting Komentar